Kebiasaan membaca tumbuh dari pengalaman yang menyenangkan. Anak tidak selalu membutuhkan sesi yang panjang; beberapa menit membaca bersama pada waktu yang nyaman dapat menjadi awal yang baik. Orang tua dapat memilih waktu setelah beristirahat atau sebelum tidur, sesuai ritme keluarga.
Mulai dari Waktu yang Nyaman
Biarkan anak ikut memilih buku. Cerita bergambar, kisah keseharian, dan bacaan tentang alam memberi banyak kesempatan untuk berbicara. Ketika anak belum lancar membaca, orang tua dapat membacakan cerita sambil mengajak mereka mengamati gambar dan menebak kelanjutannya.
Setelah membaca, ajukan pertanyaan yang terbuka. Tanyakan tokoh yang disukai, bagian yang membuat penasaran, atau pengalaman yang mirip dengan cerita. Percakapan ini membantu anak memahami bacaan tanpa merasa sedang menghadapi ujian.
Apabila anak kehilangan minat, berikan jeda dan coba kembali pada kesempatan lain. Hindari membandingkan kecepatan membaca antaranak. Guru dapat membantu keluarga menemukan pilihan bacaan dan cara pendampingan yang sesuai dengan tahap belajar.
Di sekolah, sudut baca digunakan untuk mengenalkan beragam cerita secara bergiliran. Pengalaman di rumah dan di kelas dapat saling melengkapi, sehingga membaca menjadi bagian dari keseharian yang dinantikan anak.
Langkah Sederhana untuk Keluarga
- Pilih waktu membaca yang tenang dan dapat diulang setiap hari.
- Biarkan anak memilih cerita sesuai minatnya.
- Bicarakan kembali bagian cerita yang paling berkesan.
Menemani anak membaca berarti memberi ruang untuk mendengarkan cerita dan pertanyaannya.



| Kegiatan | Pendampingan keluarga |
| Sebelum membaca | Pilih buku dan tempat yang nyaman. |
| Setelah membaca | Dengarkan cerita anak tanpa terburu-buru. |



